<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1170">
<titleInfo>
<title>EVALUASI PEMERIKSAAN BTA PASIEN TUBERKULOSIS KATEGORI II FASE INTENSIF DAN KAJIAN DRUG RELATED PROBLEM (DRPS)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PUTRI, ENGGARINI DYAH AYU RETNANING</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TB kategori II adalah kategori yang ditujukan untuk pasien kambuh, pasien gagal terapi pada pengobatan dengan panduan OAT kategori I, dan pasien yang diobati kembali setelah putus berobat (lost to follow up). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui profil BTA pada pasien tuberkulosis kategori II fase intensif dan kajian drug related problems (DRPs). 
	Penelitian  ini  merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian kohort prospektif. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2019 – April 2020 di beberapa Puskesmas Surabaya utara.
	Pada penelitian ini didapatkan 21 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh pasien TB kategori II mengalami konversi BTA pada akhir fase intensif. Seluruh pasien menerima sediaan FDC dan injeksi Streptomycin dan sebanyak (28.57%) pasien tidak tepat menerima dosis OAT. Efek samping obat yang paling banyak terjadi adalah urin merah (100%) dan Gangguan keseimbangan (85.71%) yang ditemukan pada 2 minggu pertama serta skor naranjo terbanyak yang diterima pasien adalah 5 (mungkin/probable) (61.90%). Interaksi obat yang paling dominan adalah interaksi obat  yang disebabkan oleh rifampisin dan isoniazid (76.19%).
	Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi conversion rate sebesar (100%). Drug related problem yang terjadi yaitu sebanyak (70%) pasien tepat pemberian dosis OAT. Efek samping yang paling sering muncul adalah urin merah sebesar (100%) dan gangguan keseimbangan (vertigo dan nigtagmus) sebesar (85.71%) serta interaksi obat yang paling banyak terjadi adalah interaksi farmakokinetik dengan tingkat keparahan major dan moderat sebesar (62.00%).</note>
<classification>6B.S-Far Put e 21-20</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Put e 21-20</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM21-6B.S/Far-2020</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Put e 21-20</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>21-20.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1170</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 10:49:58</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 11:07:28</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>