<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1186">
<titleInfo>
<title>EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA KUALITATIF DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN LUKA BAKAR ANAK</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YULIANA, ERMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Luka bakar telah meningkat menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.Pada anak-anak rentan mengalami infeksi sehingga perlu penggunaan antibiotik untuk mencegah dan atau mengatasi infeksi. Penggunaan antibiotik dapat meningkatkan risiko resistensi sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien luka bakar anak.Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif retrospektif dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan metode Gyssens. Pengambilan sampel dilakukan selama periode tahun 2017-2019 menggunakan  data rekam medis pasien luka bakar anak yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi pasien yang dirawat di unit perawatan luka bakar anak dan mendapatkan terapi antibiotik parenteral dan oral.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 18 pasien, laki-laki memiliki prevalensi luka bakar yang lebih besar daripada perempuan. Penyebab paling umum dari luka bakar adalah api. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu seftazidim (64,28%). Terdapat 7 pasien dalam kategori II A (tidak tepat dosis) sebesar 39%, dikarenakan kesalahan dalam pemberian dosis yang tidak sesuai dengan dosis literatur. 11 pasien dalam kategori III A (pemberian terlalu lama) sebesar (61%) . Pada penelitian ini terapi empiris yang diberikan yakni seftazidim diberikan dengan durasi yang cukup lama yaitu 8-24 hari. Berdasarkan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien luka bakar anak dengan menggunakan metode Gyssens dapat disimpulkan bahwa  pemberian antibiotik pada pasien luka bakar anak tersebut kurang tepat.</note>
<classification>6B.S-Far Yul s 37-20</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Yul s 37-20</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM37-6B.S/Far-2020</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Yul s 37-20</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>37-20.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1186</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 14:57:41</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 14:58:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>