<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1192">
<titleInfo>
<title>PEMBUATAN DAN UJI DISOLUSI NANOPARTIKEL DARI BEBERAPA BAHAN OBAT ANTI INFLAMASI STEROID</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YULIANTO, SYSKA DAHLIA WAHYU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Penemuan obat akhir-akhir ini telah menyebabkan peningkatan jumlah obat baru dengan kelarutan dalam air dan bioavailabilitasnya yang rendah, terutama untuk obat dengan rute pemberian secara peroral. Terbatasnya kelarutan obat dalam air menimbulkan kendala pada pengembangan bentuk sediaan farmasi karena laju disolusi yang lambat dan bioavailabilitas yang rendah. Meloksikam merupakan obat Non Steroid Anti Inflammatory Drugs (NSAIDs) yang memiliki efek samping lebih rendah jika dibandingkan dengan NSAID lainnya. Meloksikam termasuk dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II, yaitu kelarutannya rendah tetapi permeabilitas tinggi, sehingga dalam penelitian ini dilakukan upaya untuk meningkatkan kelarutan meloksikam dengan pembentukan nanopartikel. Pada pembuatan nanopartikel perlu penambahan stabilizer untuk mencegah terjadinya aglomerasi. PVP K-30 merupakan polimer hidrofilik yang dapat digunakan sebagai stabilizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengadukan  terhadap laju disolusi nanoparrtikel meloksikam yang dibuat menggunakan metode solven-antisolven dengan penambahan stabilizer PVP K-30 dan kecepatan pengadukan 1130 rpm. Dari percobaan yang telah dilakukan waktu pengadukan 15 menit dan 45 menit tidak memberikan perbedaan ukuran nanopartikel yang bermakna. Pada pengadukan 15 menit menghasilkan ukuran partikel 31.74 ± 2.14 nm dengan Pdl 0.455 ± 0.025 dan pada pengadukan 45 menit menghasilkan ukuran partikel 30.22 ± 1.297 nm dengan Pdl 0.522 ± 0.046. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara waktu pengadukan 15 menit dan 45 menit dengan nilai Sig &#62;0.05. 
Berdasarkan review artikel terhadap berbagai bahan NSAIDs seperti meloksikam, piroksikam, ibuprofen, dan ketoprofen yang termasuk dalam BCS kelas II menunjukkan bahwa berbagai metode seperti solven-antisolven, high pressure homogenization, dan top down dapat menghasilkan ukuran partikel berukuran nano, dan menunjukkan tingkat disolusi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan obat murni.</note>
<classification>6B.S-Far Yul p 43-20</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Yul p 43-20</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM43-6B.S/Far-2020</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Yul p 43-20</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>43-20.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1192</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-02 12:08:39</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-02 12:09:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>